Tokoh dan Teori Sosiologi Modern

 

1) Charles Wright Mills

      Charles Wright Mills mengembangkan teori sosiologi modern dengan pokok pikiran imajinasi sosiologis (sociological imagination).Imajinasi sosiologis membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka.Mills menegaskan imajinasi sosiologis merupakan teknik untuk memahami pengalaman-pengalaman nyata hanya dengan menempatkan dirinya pada suatu konteks.Dengan imajinasi sosiologis, Mills ingin individu mempunyai kemampuan dalam membedakan antara troubles (persoalan-persoalan) dan issues (masalah-masalah).Bagi Mills, kedua hal tersebut sangat berbeda.Troubles merupakan perkara yang bersifat privat atau pribadi.Adapun issues merupakan perkara terkait hubungan kehidupan individu dengan lingkungannya.


2) Anthony Giddens

      Anthony Giddens merupakan pemikir sekaligus sosiolog yang dikenal berkat teori strukturasi dan pandangan tentang masyarakat modern.Dalam teori strukturasi, Giddens memaparkan perubahan sosial dalam masyarakat bukan hanya terjadi akibat perubahan struktur ataupun perubahan dari individu-individu (agen) dalam masyarakat.Perubahan sosial terjadi akibat pertautan dari perubahan struktur ditambah perubahan-perubahan individu, begitu pula sebaliknya.Teori ini merupakan kritikan terhadap teori struktural fungsional dan teori konstruksionisme.


3) Ralf Dahrendorf

      Ralf Dahrendorf mengemukakan teori yang berkaitan dengan konflik.Konflik tidak akan terbentuk apabila tanpa terjadi konsensus (kesepakatan).Konflik tidak dapat muncul tiba-tiba jika pihak yang berkonflik tidak memiliki ikatan.Dahrendorf juga menyatakan konflik memiliki hubungan terhadap perubahan sosial.Meskipun tidak disukai, konflik dapat menciptakan perubahan dan perkembangan dalam masyarakat.


baca juga:Tokoh dan Teori Sosiologi Klasik


4) Lewis A. Coser

      Lewis Alfred Coser menitikberatkan teorinya tentang konflik.Menurut Coser, konflik tidak harus dinilai sebagai sebuah disfungsi atau penyimpangan.Konflik juga bukan semata-mata fenomena yang harus dihilangkan.Munculnya konflik pasti memiliki tujuan.Oleh karena itu, konflik dapat diarahkan agar tersalurkan dan menjadi aktivitas produktif.Dalam buku berjudul The Fungtions of Social Conflict, Coser membagi konflik menjadi dua jenis berikut.

1. Konflik realistis
yaitu konflik yang muncul dari tuntutan untuk mendapatkan sesuatu.

2. Konflik nonrealistis
yaitu ekspresi permusuhan yang didorong keinginan tidak rasional, ideologis, dan cenderung mengambinghitamkan kelompok lain.

      Coser melihat bahwa konflik memiliki dua makna.Pertama, bermakna positif karena golongan yang terlibat konflik dapat memperkuat identitas antar anggota kelompok.Kedua, bermakna negatif karena konflik dapat memperlemah hubungan masyarakat atau antar kelompok.


5) Erving Goffman

      Erving Goffman dikenal sebagai salah satu tokoh sosiologi mikro dengan spesialisasi kajian tentang interaksi sosial.Ia menyampaikan analisis mengenai presentasi diri dalam interaksi sosial sehari-hari.
      Kontribusi teoretis yang diberikan Goffman pada sosiologi adalah konsep dramaturgi.Goffman melihat interaksi sosial sehari-hari seperti terjadi di panggung teater dengan individu sebagai aktornya.Terdapat dua wilayah dalam satu dunia sosial, yaitu depan panggung dan belakang panggung.Goffman melihat interaksi sosial terjadi di depan panggung yaitu individu bermain peran dalam setting tertentu dengan audiens tertentu.Belakang panggung adalah tempat individu melepaskan peran sosialnya.Teori dramaturgi Goffman melihat dunia seperti panggung sandiwara.




Post a Comment

0 Comments