Teori Sosiologi Klasik
Teori sosiologi klasik muncul sebagai konsep keterlibatan ilmu sosial dalam memecahkan masalah.Ciri paling menonjol dari perkembangan teori sosiologi klasik adalah pendapat yang dikemukakan masih bersifat universal dan hanya ada satu bahasan/konsep.Adapun tokoh dan teori dalam sosiologi klasik sebagai berikut.
1) Auguste Comte
Pemikiran Auguste Comte yang terkenal adalah positivisme (positivism).Dalam pemikiran tersebut, ia menekankan tiga tingkatan intelektual perkembangan manusia yang harus dilewati di sepanjang sejarahnya.Adapun tiga tahap/tingkatan intelektual dalam perkembangan manusia sebagai berikut.
- Tahap teologis menjadi karakteristik dunia sebelum era 1300-an.Dalam periode ini sistem gagasan utama menekankan pada keyakinan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.Tahap teologis dibagi menjadi tiga yaitu fetisisme, politeisme, dan monoteisme.
- Tahap metafisik berlangsung sekira tahun 1300-1800.Tahap ini merupakan tahap transisi teologis menuju positivis.Tahap metafisik ditandai adanya kepercayaan bahwa kekuatan abstrak seperti "alam", diyakini dapat menjelaskan segalanya.
- Tahap positivistik berlangsung sejak tahun 1800 ditandai dengan berkembangnya ilmu sains (science).Pada tahap ini manusia mulai memusatkan perhatian pada pengamatan alam fisik dan dunia sosial guna mengetahui hukum-hukum yang mengaturnya.
2) Ferdinand Tonnies
Ferdinand Tonnies merupakan tokoh yang terkenal dengan gagasannya mengenai kelompok sosial masyarakat paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gessellschaft).Paguyuban (gemeinschaft) merupakan bentuk kehidupan bersama ketika anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin murni serta bersifat alami dan kekal.Kelompok sosial paguyuban dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat perdesaan.Sementara itu, patembayan (gessellschaft) merupakan ikatan yang bersifat sementara, berjangka waktu pendek, berorientasi pada hasil, serta strukturnya bersifat mekanis (berdasarkan keahlian).Masyarakat patembayan biasa ditemukan di wilayah perkotaan.
3) Karl Marx
Karl Marx berpendapat kelas merupakan penggerak dari segala bentuk perubahan sosial masyarakat.Menurut Karl Marx, hubungan sosial didasarkan pada peran tiap-tiap kelas terhadap sarana produksi.Teori-teori yang dikemukakan oleh Karl Marx sebagai berikut.
- Teori kelas, yaitu sekelompok orang yang memiliki fungsi dan tujuan sama dalam organisasi produksi.Menurut Karl Marx, terdapat dua kelas masyarakat yaitu pemilik tanah/pemilik modal (borjuis), dan pekerja (proletar).Kelas sosial dalam sistem produksi menyebabkan penindasan kelas atas terhadap kelas bawah.
- Teori alienasi (keterasingan), yaitu manusia menjadi budak dari hasil kreasi/ciptaannya sendiri.Alienasi yang dialami kaum buruh dalam bidang kerja meliputi alienasi dari hasil produksi, proses produksi, dari dirinya sendiri, dan lingkungan masyarakat atau pergaulan.
4) Max Weber
Max Weber berusaha memberikan penjelasan mengenai perilaku/tindakan manusia dan menelaah penyebab terjadinya interaksi sosial.Oleh karena itu, Max Weber mengembangkan pemikiran tentang tindakan sosial.Max Weber membagi tindakan sosial menjadi empat, yaitu tindakan rasional instrumental atau sarana tujuan, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afektif.Selain teori tindakan sosial, Max Weber menyampaikan teori kelas, status, kekuasaan, rasionalitas (verstehen).Verstehen merupakan suatu upaya memahami makna subjektif suatu tindakan dengan cara menempatkan diri dalam suatu peran.
5) Ibn Khaldun
Sisi pemikiran Ibn Khaldun yang menunjukkan sisi sosiologis ialah pendapat tentang faktor geografis, sarana fisik, dan keadaan alam memengaruhi pola pikir dan tindakan sosial.Ibn Khaldun membagi masyarakat pada masanya menjadi dua kelompok sosial, yaitu badawah dan hadharah.Kelompok badawah merupakan masyarakat sederhana yang hidup di pelosok dan tinggal di gurun, tidak mengejar urusan duniawi, dan memiliki solidaritas kelompok.Adapun hadharah merupakan masyarakat kota yang mementingkan hawa nafsu dan kehidupan mewah.Selain itu, Ibn Khaldun mencetuskan konsep tentang ashabiyyah.Istilah ini digunakan untuk menyebut solidaritas sosial, baik akibat hubungan darah maupun perserikatan.Masyarakat yang memiliki ashabiyyah tinggi dapat bertahan dan berkembang menjadi negeri yang kuat.
6) Emile Durkheim
Emile Durkheim merupakan sosiolog yang berasal dari Prancis.Berbagai teori telah banyak ia kemukakan, salah satunya ialah struktur sosial dalam masyarakat.Menurut Emile Durkheim, struktur sosial dibawa oleh seseorang sejak lahir karena dalam menjalani kehidupan manusia tidak terlepas dari masyarakat, sang Pencipta, dan keluarganya.Setiap tindakan yang dilakukan tidak pernah terlepas dari strukturalisme.Pada intinya Emile Durkheim memiliki pandangan bahwa struktur sosial seseorang akan mampu menanamkan norma dan nilai yang didapatkan dari proses sosialisasi.
0 Comments