Prinsip-Prinsip Geografi

 

Prinsip Geografi

      Prinsip merupakan landasan berfikir untuk melakukan kegiatan.Dalam geografi, prinsip menjadi landasan untuk mengkaji dan menjelaskan suatu fenomena geosfer.Melalui prinsip geografi, Anda dapat menjelaskan gejala atau permasalahan yang terjadi di permukaan Bumi.Penjelasan tersebut memudahkan pemahaman karakteristik suatu fenomena dan keterkaitannya dengan fenomena lain.Prinsip-prinsip ilmu geografi sebagai berikut.


a. Prinsip Persebaran

      Prinsip persebaran sering disebut prinsip distribusi.Prinsip ini menjelaskan fenomena alam dan fenomena sosial yang tersebar secara tidak merata di permukaan Bumi.Mengapa bangsa Eropa dahulu mencari rempah-rempah ke Indonesia? Penyebabnya karena rempah-rempah tidak dapat tumbuh baik di Eropa, sedangkan di Indonesia tumbuh subur.Masalah tersebut menjelaskan perbedaan potensi alam di setiap belahan Bumi.Prinsip persebaran dapat berkaitan dengan fenomena sosial, misalnya kepadatan penduduk pulau Jawa berbeda dengan pulau Kalimantan.


(keberadaan komodo sebagai fauna endemik Pulau Komodo dapat dikaji menggunakan prinsip persebaran)


b. Prinsip Interelasi

      Prinsip interelasi memandang fenomena geosfer yang terjadi di permukaan Bumi saling berkaitan.Keterkaitan tersebut dapat terjadi pada gejala, fakta, atau peristiwa di satu tempat atau lokasi yang berlainan.Prinsip ini sangat penting, tetapi sering diabaikan oleh manusia.Sebagai contoh, aktivitas manusia seperti penebangan liar hutan di hulu sungai menyebabkan kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan.
      Coba Anda amati wilayah sekitar tempat tinggal.Dapatkah Anda menemukan contoh keterkaitan antar fenomena geosfer? Banyak fenomena geosfer yang memiliki keterkaitan satu sama lain, misalnya lahan di kawasan gunung api dimanfaatkan untuk lahan pertanian karena sifatnya subur.Pemanfaatan lahan di sektor pertanian menyebabkan sebagian besar penduduk bermata pencarian sebagai petani.


c. Prinsip Deskripsi

      Prinsip deskripsi atau penggambaran menjelaskan secara spesifik mengenai gejala-gejala di permukaan Bumi.Dalam geografi, setiap kajian yang dipelajari merupakan fakta.Melalui prinsip deskripsi, fakta tersebut digambarkan dalam bentuk data.Data dapat berupa data kuantitatif dan kualitatif.Data kuantitatif meliputi peta, tabel, grafik, dan diagram.Data kualitatif merupakan penggambaran dengan tulisan sebagai penjelasan data kuantitatif.Penyajian data bertujuan memudahkan mempelajari ilmu geografi.Contoh data kuantitatif, yaitu peta curah hujan dan diagram luas hutan.


baca juga:Pengertian dan Macam-Macam Konsep Geografi


d. Prinsip Korologi

      Prinsip korologi menggabungkan prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi.Prinsip korologi mengkaji suatu gejala dan fakta geosfer di suatu wilayah dengan memperhatikan persebaran, interelasi, dan interaksinya pada ruang yang ditempati.Sebagai contoh, fenomena erupsi gunung api.Prinsip korologi dapat mengkaji karakteristik gunung api dengan prinsip persebaran.Pengaruh atau dampak erupsi gunung api terhadap wilayah sekitarnya dikaji dengan prinsip interelasi.Untuk memberikan informasi, prinsip deskripsi dapat digunakan untuk penyajian data fakta terkait erupsi gunung api tersebut.


(erupsi gunung api dapat dikaji menggunakan prinsip korologi)



Post a Comment

0 Comments